Thursday 24th May 2018

Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik

Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik

urbandistro – Ngabuburit bentar lah dengan blog yang sangat keren ini :siul , gk mesti JJS alias jalan jalan sore, dengan nulis juga bisa di buat ngabuburit di bulan Ramadhan ini,tapi saya ngabuburitnya tehag hari aja :D.

melimit Download Youtube

Banyak blog yang telah membahas Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik, tapi tak apa ini gaya tulisan ku sendiri dan bahasa ku pula, dan itung itung samakin banyak referensi di search engine nantinya, saya akan coba belajar sambil praktek dan prakteknya itu saya dokumentasikan kedalam blog ini. (Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik)

prakteknya itu tentang Melimit download berdasarkan ekstensi di mikrotik, hemm biasa penerapan seperti ini kebanyakan warnet, karena apa?karena walaupun IP telah di limit

akses download masi bisa di serap habis apa lagi kalaw downloadnya itu menggunakan IDM dan otomatis client client yang sedang browsing dan main game online pasti terganggu kalaw aktifitas download tidak dipisahkan dengan game atau pun browsing. (Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik)

waktu si client yang satu ini sedang  download siap siap si panjaga warnet mendegar kicauan seperti burung, “ngelag kali agh” atau “sapa lah yang download b*k*p ini :marah ” seperti itulah kira kira.

Nah kali ini saya akan coba melimit download berdasarkan ekstensi downloadnya seperti .exe,rar,iso,mkv,flv dan sebagainya, jadi jika ada yang download berdasarkan ekstensi yang dibuat maka download itu akan terkena rule yang dibuat. ok kira kira seperti itu kronologi singkatnya. (Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik)

Ok langsung saja, seperti biasa buka Mikrotik, login menggunakan winbox,kalau sudah muncul  jendela winboxnya klik

IP>>Firewall>>Layer7 Protokol .

untuk ngelimit download menggunakan mikrotik itu sendiri banyak caranya salah satunya ini,cara seperti ini ku lakukan supaya nanti aktifitas downloadnya keliatan contoh jika client download file berekstensi .iso maka rule .iso yang kita buat nantinya akan keliatan aktifitasnya.nah seperti itu.

ok kalaw jendela layer7 protokol nya sudah muncul, kemudian isikan

  • Name : Youtube
  • Regexp: http/(0\.9|1\.0|1\.1)[\x09-\x0d ]
    [1-5]
    [0-9]
    [0-9]
    [\x09-\x0d -~]*(content-type: video)

rule diatas itu sebenarnya menandai aktifitas streaming di youtube (streming itu kan juga download) jadi nanti kalaw seandainya ada aktifitas download dari youtube misal berekstensi .flv maka rule yang bekerja itu nantinya rule youtube, untuk lebih jelasnya nanti kita buktikan bisa tidak  :hoax

Kemudian kalau sudah klik Apply dan Ok,setelah itu buka new terminalnya, karena saya malas ngeklik ngeklik karena rule yang di buat banyak, maka  main script aja biar cepat, copy script dibawah ini di terminal dan enter lihat jangan ada yang salah supaya ketika di copy pastekan di terminal tidak terjadi error

/ip firewall layer7-protocol add name=”EXE” regexp=”\\.(exe)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”RAR” regexp=”\\.(rar)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”ZIP” regexp=”\\.(zip)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”7z” regexp=”\\.(7z)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”CAB” regexp=”\\.(cab)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”ASF” regexp=”\\.(asf)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MOV” regexp=”\\.(mov)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”WMV” regexp=”\\.(wmv)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MPG” regexp=”\\.(mpg)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MPEG” regexp=”\\.(mpeg)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MKV” regexp=”\\.(mkv)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”AVI” regexp=”\\.(avi)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”FLV” regexp=”\\.(flv)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”WAV” regexp=”\\.(wav)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”RM” regexp=”\\.(rm)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MP3″ regexp=”\\.(mp3)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”MP4″ regexp=”\\.(mp4)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”RAM” regexp=”\\.(ram)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”RMVB” regexp=”\\.(rmvb)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”DAT” regexp=”\\.(dat)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”DAA” regexp=”\\.(daa)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”ISO” regexp=”\\.(iso)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”NRG” regexp=”\\.(nrg)”
/ip firewall layer7-protocol add name=”BIN” regexp=”\\.(bin)”

script di atas untuk menandai ekstensinya, kemudian buat penandaan paketnya, sebenarnya ini di buat di mangel tapi karena banyak , main script lagi dan copykan script dibawah ke terminal

/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”YOUTUBE MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=YOUTUBE new-packet-mark=YOUTUBE passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”EXE MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=EXE new-packet-mark=EXE passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”RAR MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=RAR new-packet-mark=RAR passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”ZIP MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=ZIP new-packet-mark=ZIP passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”7z MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=7z new-packet-mark=7z passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”CAB MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=CAB new-packet-mark=CAB passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”ASF MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=ASF new-packet-mark=ASF passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MOV MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MOV new-packet-mark=MOV passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”WMV MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=WMV new-packet-mark=WMV passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MPG MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MPG new-packet-mark=MPG passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MPEG MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MPEG new-packet-mark=MPEG passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MKV MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MKV new-packet-mark=MKV passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”AVI MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=AVI new-packet-mark=AVI passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”FLV MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=FLV new-packet-mark=FLV passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”WAV MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=WAV new-packet-mark=WAV passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”RM MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=RM new-packet-mark=RM passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MP3 MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MP3 new-packet-mark=MP3 passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”MP4 MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=MP4 new-packet-mark=MP4 passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”RAM MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=RAM new-packet-mark=RAM passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”RMVB MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=RMVB new-packet-mark=RMVB passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”DAT MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=DAT new-packet-mark=DAT passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”DAA MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=DAA new-packet-mark=DAA passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”ISO MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=ISO new-packet-mark=ISO passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”NRG MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=NRG new-packet-mark=NRG passthrough=no
/ip firewall mangle add action=mark-packet \
chain=prerouting comment=”BIN MARK PACKET ” disabled=no \
layer7-protocol=BIN new-packet-mark=BIN passthrough=no

dan karena paket telah di tandai, sekarang kita akan buat limit nya dengan queue tree dan untuk download sendiri saa akan menggunakan 512kb,jadi nanti kalau ada yang download sesuai dengan ekstensi yang telah di listkan maka bandwith yang 512kb yang id khusukan untuk download akan terbagi secara merata.Ok karena ini juga banyak maka mai n scrip lagi deh hehehe dan copy kan ke terminal lagi script di bawah ini

/queue tree add name=”LIMIT FILE EXTENTION” parent=global-out \
limit-at=0 priority=3 max-limit=512000 burst-limit=\
0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”YOUTUBE” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=YOUTUBE limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”7z” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=7z limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”ASF” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=ASF limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”AVI” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=AVI limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”BIN” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=BIN limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”CAB” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=CAB limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”DAA” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=DAA limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”DAT” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=DAT limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”EXE” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=EXE limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”FLV” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=FLV limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”ISO” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=ISO limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MKV” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MKV limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MOV” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MOV limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MP3″ parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MP3 limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MP4″ parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MP4 limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MPEG” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MPEG limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”MPG” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=MPG limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”NRG” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=NRG limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”RAM” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=RAM limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”RAR” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=RAR limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”RM” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=RM limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”RMVB” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=RMVB limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”WAV” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=WAV limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”WMV” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=WMV limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
/queue tree add name=”ZIP” parent=”LIMIT FILE EXTENTION” \
packet-mark=ZIP limit-at=0 queue=default priority=1 max-limit=\
0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

ke 3 kumpulan script diatas akan tercreate di Tab Layer 7 protokol,mangel dan di queue tree.Disitu bisa diliat banyak rule yang telah di buat dari hasil script yang di copy tadi.

ok sekarang kita liat dan buktikan rule yang di buat tadi jalan gk, kalaw gk jalan sama aja bohong ya kan :hoax2 . ok saya akan coba download dulu video di youtube (ingat apa kata saya sebelumnya yang di atas, ekstensi .flv akan bekerja pada rule youtube bukan rule .flv itu sendiri jika downloadnya di youtube, tapi kalau download berekstensi .flv di tempat lain selain youtube maka rule yang jalan itu baru rule nya .flv. (Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik)

seperti contoh gambar di bawah ini, karena sumber donwloadnya itu dari youtube maka yang jalan itu rule nya youtube

melimit Download Youtube

tapi jika sumber downloadnya itu bukan dari youtube (katakanlah tempat lain seperti 4share)maka yang jalan itu baru rulenya .flv, sepeti gambar di bawah

Limit berdasarkan Ektensi file

nah banyak cara untuk limit download di mikrotik,salah satunya ya ini, itu tergantung kebutuhan juga,klw soal efisien, ya semua efisien asalkan rule yang di inginkan itu sesuai dengan yang di buat.ok sampai jumpa dengan tutorial berikutnya 😀

Baca Juga Artikel Lain nya : Windroye, Emulator Android Paling Ringan Untuk PC

ARTIKEL : Melimit Download Berdasarkan Ekstensi Di Mikrotik

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

14 Responses

  1. achmadJuly 18, 2013 at 5:47 amReply

    sangat bermanfaat informasinya
    back

  2. Elsawati DewiJuly 18, 2013 at 10:33 amReply

    di rumah saya pakai modem speedy yang dipakai lebih dari satu PC, bisa pakai rule ini juga gak ya? soalnya sama-sama sering dipake download.

    • Author

      Khairil ImamJuly 18, 2013 at 11:46 amReply

      wah bisa mbak Dewi,biar gk terganggu dengan aktifitas lain, misal nya game atau pun browsing :2thumbup

  3. AnggaJuly 19, 2013 at 7:47 amReply

    mas master dah aku coba, tapi kalau queue tree gk jalanknapa ya..
    tolong bantuanya ya.. masih newbie..hehehe

    • Author

      Khairil ImamJuly 19, 2013 at 9:10 amReply

      coba teliti mas, pada setiap konfigurasinya, script di atas udah saya coba dan berjalan lancar kok 🙂

  4. ndopJuly 19, 2013 at 7:59 amReply

    ijo ijo di tabelnya kayak cendol di kaskus ya hahaha

  5. agusJuly 19, 2013 at 1:11 pmReply

    mas…kalau idm ke limit juga gk?
    kalau kelimit,jika buka bbrp idm,brp speed yg didapat.kan itu yg dibatasi 512kb.yg saya tau,misal speed 2mb,seperti skrip diatas,dibatasi 512kb.jika membuka 3 idm,maka pc tersebut,mendapatkan 1,5mb.
    jadi gmn mas…ttp kelimit 512kb atau 1.5mb kalau buka 3idm dalam 1pc.makasi infonya

  6. Author

    Khairil ImamJuly 20, 2013 at 11:17 amReply

    jika buka 3 IDM, otomatis spare untuk download yang 512kb itu di bagi 3, jadi sekitar 173kb/PC
    kira kira seperti itu….sama konsep nya seperti metode PCQ rate 0

  7. kickymaulanaJuly 21, 2013 at 2:45 amReply

    enaknya seandainya warnet saya dulu pakai ini

    • Author

      Khairil ImamJuly 21, 2013 at 1:45 pmReply

      wahhh sempat punya warnet juga ya mas Kicky

  8. PakiesJuly 24, 2013 at 9:48 amReply

    terus terang saya nggak paham permasalahan bahasa-bahasa seperti ini Kang. Yang saya tangkap adalah, ini sebagai upaya pembatasan download yang dilakukan pihak pemilik warnet agar nggak membebani gitu ya Kang ?

  9. Abdal MalikJuly 28, 2013 at 4:17 pmReply

    Baru ngerti istilah mikrotik. Koneksiku pake repeater speedy, dibikin hotspot di rumah, bisa gunakan ini untuk download juga yach..!

  10. agusSeptember 6, 2013 at 4:21 pmReply

    bro…kq untuk download youtube gk ke limit yach…?tq

Leave a Reply